frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +120 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, berbagi informasi, berita, review, artikel menarik dan unik. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

Kita di mana-mana dianjurkan untuk positive thinking

Memang, kita di mana-mana dianjurkan untuk positive thinking. Tapi di waktu yang sama, saya juga menganjurkan proportional thinking.

Perlu contoh?

Anda lagi berjalan seorang diri di jalan yang gelap. Malam-malam. Beberapa menit kemudian, muncullah bayangan seorang laki-laki. Dia mendekat ke Anda. Bukan itu saja, dia menenteng sebuah clurit.

Terus Anda berlagak berpikir positif, "Ah, mungkin dia mau ke sawah. Makanya bawa clurit. Atau, dia lagi jualan clurit. Sisa satu, belum laku." Boleh seperti itu?

Begini. Yang saya anjurkan di sini adalah proportional thinking. Dan berhentilah berpikir positif. Maksudnya? Lari! Sekali lagi, lari!

Selama ini, motivator-motivator sering menyerukan positive thinking. Tapi pada prakteknya, sangat sulit. Bahkan sering berujung pada kekacauan. Kenapa? Karena tidak diimbangi dengan proportional thinking. 

Seorang karyawan jelas-jelas mengambil uang kantor. Terus, Anda berlagak positive thinking. Ah, mungkin dia nggak sengaja. Ah, mungkin untuk keperluan kantor. Begitu? Saran saya, jangan begitu. Panggil dia. Kroscek. Kalau memang dia mencuri, yah hukum. Proporsional.

Siap?

© Ippho Santosa

Sumber

_
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.