frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +120 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, berbagi informasi, berita, review, artikel menarik dan unik. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

2 bagian tubuh kita yang kita tak sadar betapa bahayanya jika ia lepas

Jarang-jarang saya mem-forward tulisan karya orang lain. Kali ini adalah pengecualian. Saya mendapatkan tulisan ini dari grup WA istri saya bersama teman-temannya, yang ditulis oleh Ustadz Fatih Karim. Karena penting sekali, silakan dibaca sampai selesai:

Ada 2 bagian tubuh kita yang kita tak sadar betapa bahayanya jika ia lepas, laksana anak panah yang menghujam... sangat berbahaya...

“Kemaluan dan mata,” demikian menurut Imam As-Suyuthi, “Dikancing Allah dengan sepasang anggota badan. Kemaluan dengan kaki, mata dengan kelopak.”

“Tapi khusus lisan, dikunci Allah dengan segel ganda. Sepasang bibir sekaligus sepasang deretan gigi di atas gusi. Sebab, betapa banyak manusia ditelungkupkan ke neraka oleh kata-katanya.”

"Betapa banyak ucapan yang kalian anggap biasa," ujar Sayyidina 'Abdullah ibn Mas'ud pada para tabi'in muridnya, "padahal dulu di masa Rasulullah saw kami menganggapnya sebagai pembinasa." Masya Allah!

Adalah Abu Dzar Al-Ghiffary pernah berkata kepada Sayyidina Bilal ibn Rabah ketika sedang jengkel padanya, "Hai anak budak hitam!"

Meski ini khilaf, tapi Sang Nabi menunjuk wajah Abu Dzar dengan marah dan bersabda, "Engkau... di dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliah..."

Maka Abu Dzar merebahkan dirinya, menaburi wajahnya dengan debu pasir lalu berkata, "Wahai Bilal, kemarilah, injak kepalaku, injak wajahku... Agar menjadi penebus dosaku di sisi Allah padamu..."

Dan muadzin kesayangan Rasulullah saw itu tersenyum berkata, "Aku menjadikannya simpanan kebaikan di sisi Allah."

Maka adalah wajar jika Baginda bersabda, tanda iman pada hari kiamat adalah berkata yang BAIK atau DIAM. Karena tulisan ini begitu penting, silakan forward dan share kepada kerabat-kerabat kita.

Apa yang keluar dari lisan kita, mencerminkan isi kepala kita. Dan memang demikianlah adanya. Layaknya teko, ia tak akan mengeluarkan sesuatu selain isi kandungannya. Tak akan bisa mengelabui!

Maka bagaimana mungkin seorang muslim atau muslimah yang setiap hari hiasannya adalah taklim dan ayat-ayat Al-Quran, tapi memiliki perkataan begitu tajam menghujam... kepada asisten rumahnya, anak-anaknya atau bahkan juga kepada pasangannya... Ah prihatinnya!

Baiknya pikirkan dulu sebelum berkata, karena akan meninggalkan luka yang mungkin tak terlupakan. Andai kita atau keturunan kita diperlakukan yang sama, tentu kita pun tidak akan rela!

Akhirnya, penjarakan harimaumu!!! (Mulut)

© Ippho Santosa

Sumber

_
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.