Silahkan dicerna dan dibaca tentang profesi Guru yang sebenarnya, miris ternyata
frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +120 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, berbagi informasi, berita, review, artikel menarik dan unik. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

Silahkan dicerna dan dibaca tentang profesi Guru yang sebenarnya, miris ternyata

Silahkan dicerna dan dibaca tentang profesi Guru yang sebenarnya, miris ternyata

Besok beralih profesi saja kita yang guru guruan jadi tukang cuci, tukang gosok. Sehari 4 pintu saja udah 2.800.000 lumayan berangkat jam 8 jam 12 dah melenggang pulang. Tak stres mikirin tingkah anak orang, tak stres mikirin buat laporan, tak stres nyiapin pelajaran.

Atau jaga anak, per bulan 600rb-1 juta kalau bayi. 3 bayi saja kan 3 juta. Keren kan... sudah bisa wao wao...

Zaman sekarang kan yang dibutuhin duit, bukan profesi. Profesi kece tapi tak ada duit ya nyengir tak makan anak.

Belum lagi udah cape ngajarin masih kena prepet orang tua murid, tak terima anaknya dimarahin, padahal nakalnya luar biasa. Sedang kalau dibalikkan berapa sih orang tua bayar kita ngajar?

Mangkanya zaman sekarang tukang gosok, tukang cuci, tukang jaga anak lebih terhargai secara finansial. Belum lagi kalau majikan baik, dibawain makanan, dibawain apa-apa, dikasih tambahan duit, dan lain-lain. Yang penting bagus kerja jadi pembantu makmur dah.

Sedang guru semakin kerja bagus, semakin habis badan.

Ngeriii daaahhh.... sekolah guru 4 tahun. Tak bisa dipercepat. Dapat tunjangan guru sertifikasi prosesnya banyak cengkuneknya, mau dikasih uang 1,5 juta saja tiap bulan harus pelatihan ini itu, ninggalin anak, ninggalin pasangan, entah yang punya bayi pun cemana, bayinya ditinggal berbulan-bulan demi uang sertifikasi, paraaaahhhkan hidup guru?

Naaahh, pernahkah ini terbenak dalam pikiran kita sebagai orang tua yang mHartatahkan anak?

Maunya gratiiiisss aja, belum terlambat bayar, mahal sikit dah panjang kali lebar.

Coba bayangin nasib para guru itu, berangkat pagi-pagi, pulang dah mau ashar, sekarang guru PNS harus fingerprint. Tak gitu tak keluar gaji. Belum lagi ngadepin anak yang nakal-nakalnya luar biasa, belum harus belajar nyiapin pelajaran, belum buat laporan, belum pelatihan-pelatihan.

Mati dah pokoknya jadi guru. Apalagi sekarang harus punya sertifikat profesi, alih ganda. Kuliah lagi 1 tahun, pelatihan berbulan-bulan.

Zaman macam apalah sekarang.

Dulu orang benar-benar menghargai guru. Ampe orang tua datang kasih hadiah. Sekarang hari guru harus ada pungutan. Nyeseeekkk bukan.

- Thatye Hartati -

Semoga kita bisa menghargai guru dimanapun kita berada. Yang belum jadi guru mereka tak akan paham. Coba deh jadi guru, apalagi guru honorer baru akan paham sendiri.

*)Diedit seperlunya tanpa merubah makna yang sebenarnya. Punya uneg-uneg. Share di Bertravel Forum untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik.

image source: Kaskus

_
Di-tag:
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.