frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +120 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, berbagi informasi, berita, review, artikel menarik dan unik. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

Malam minggu main ke Taman Singapura di Siak Sri Indrapura

sunting Oktober 30 dalam Travel
Malam minggu main ke Taman Singapura di Siak Sri Indrapura

Pada malam minggu 28 Oktober 2017 yang lalu saya dan kedua teman saya menyempatkan diri bermain di taman tepi sungai Siak. Taman ini sering disebut sebagai Taman Singapura atau Tamsing. Katanya taman ini mirip dengan taman ditepi air di Singapura. Sebenarnya kalau dilihat-lihat belum terlalu mirip. Tapi terserah mereka sajalah yang penting mereka senang.

Sebenarnya kami pergi ke Tamsing hanya sekadar mencari spot foto yang bagus, tapi karena banyak orang cukup sulit mencari spot foto yang bagus. Malam itu spot yang kami jadikan tempat foto adalah air mancur menari, tulisan bandar sungai jantan dan foto booth yang disedikan tak jauh dari perpustakaan trotoar.

Kami juga sempat melihat-lihat buku di Perpustakaan Trotoar. Secara umum koleksi bukunya cukup banyak dibandingkan dengan koleksi buki saya dirumah. Sayangnya koleksi buku disini kebanyakan adalah buku lama yang beberapa diantaranya sudah saya baca.

Malam minggu main ke Taman Singapura di Siak Sri Indrapura

Foto booth dekat Perpustakaan Trotoar

Tak jauh Perpustakaan Trotoar tersedia spot foto booth. Kami sendiri tidak sengaja mau ambil foto disini, tak lama setelahnya ternyata baru kami sadar kalau mau foto disini harus bayar dulu. Kami diingatkan oleh kru dari Perpustakaan Trotoar, karena mereka pakai baju kaos seragam.

Murah sih cuma 5000 rupiah saja, tapi yang saya tau kebanyakan foto booth itu gratis. Bahkan tempat populer seperti Teras Cipaganti di Bandung itu foto boothnya gratis. Selain itu tidak ada pemberitahuan berupa tulisan yang menginformasikan kalau foto disini bayar. Hehe akhirnya uang dari kantong teman saya pun harus keluar. Btw saya ga punya uang didompet. Maklumlah sedang tanggal tua.

Makanya diawal saya agar heran, padahal spot fotonya lumayan tapi sepi dan tidak banyak yang foto-foto disini. Rupanya foto harus bayar. Hmm nampaknya tim dari Perpustakaan Trotoar perlu tahu bahwa tidak semua orang yang datang sanggup membayar meskipun cuma 5000 rupiah saja.

Terkesan memaksa, tapi itulah yang terjadi. Kalau saya menyarankan lebih cocoknya diganti dengan istilah donasi sukarela untuk kemajuan Perpustakaan Trotoar. Jadi yang mau bayar silahkan yang tidak bayar juga boleh foto. Kalau yang ga bayar disuruh upload ke Instagram syaratnya kasi kredit link, mention atau hashtag ke Perpustakaan Trotoar dan seterusnya. Jadi Perpustakaan Trotoar semakin dikenal publik deh.

Spot fotonya cuma satu, itupun sayap kupu-kupu yang terbuat dari papan triplek. Sayap kupu-kupu terlalu feminim, mungkin targetnya adalah perempuan yang suka foto-foto. Spot ini kurang cocok untuk cowok. Sekadar kritik foto booth dengan sayap kupu-kupu masih kurang bagus. Terlihat dari warnanya yang kurang sesuai.

Nampaknya tim Perpustakaan Trotoar butuh anak jurusan seni rupa atau desain biar paham pemilihan warna yang sesuai. Soalnya kalau gini pengunjung seakan tidak ikhlas memberikan uang 5000 karena tidak sesuai dengan harapan. Satu lagi setelah dicek melalui hasilnya spot foto booth ini kurang fotogenik dan kurang instagramable (kalau anak masa kini mah). Fotonya juga belum saya upload ke Instagram karena menurut saya masih belum terlihat bagus kalau dilihat didalam foto.

Untuk cewek yang badannya mungil kayu balok penyangga masih terlihat dengan jelas. Mungkin kalau ceweknya ukuran badannya big size kayu yang dibelakang masih aman-aman saja alias tidak terlihat. Intinya kayu balok itu ganggu pemandangan banget. Hehe apa mungkin selera fotografi saya yang terlalu tinggi atau gimana ya. Di spot ini saya ga foto-foto, malahan saya cuma motoin teman.


Foto di spot tulisan Bandar Sungai Jantan

Kalau spot ini udah mulai jarang orang yang foto-foto disini. Mungkin spot ini sudah terlalu mainstream atau biasa, banyak juga yang sudah foto yang diupload ke Instagram. Ohya kalau foto disini harus sabar, soalnya banyak pengunjung yang berlalu lalang disini.


Foto di spot Air Mancur Menari

Saya sendiri pernah melihat air mancur yang lebih bagus ketika saya masih di Bandung. Jadi tidak terlalu excited ketika melihat air mancur disini (haha sombong dikit). Airnya mancur sebenarnya sudah bagus tapi kotaknya terlalu tinggi dan kurang luas. Belum lagi bentuknya persegi panjang. Atraksi air mancur disini juga tidak terlalu banyak variasinya. Tapi lumayan lah daripada tidak ada sama sekali.

Btw untuk kamu yang suka foto-foto, disini banyak yang selfie jadi harus pintar-pintar. Spot disini selalu ramai mulai dari orang tua, ibu-ibu, remaja dan anak-anak ramai yang datang ke spot ini.

*) Jika ada yang tertarik memberikan tanggapan, komentar dan lain sebagainya dipersilahkan. Punya pengalaman traveling bisa dibagikan disini. Caranya mudah dengan cara mendaftarkan diri di Bertravel Forum.

_
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.