[Share] Ngobrol dengan driver Grab-Car yang dapat penghasilan lebih dari 12 juta perbulan
frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +140 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, situs berbagi informasi teknologi, viral, ekonomi, bisnis, sains, gaming, lifestyle, kesehatan, traveling, otomotif, opini, dan inspirasi. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

[Share] Ngobrol dengan driver Grab-Car yang dapat penghasilan lebih dari 12 juta perbulan

[Share] Ngobrol dengan driver Grab-Car yang dapat penghasilan lebih dari 12 juta perbulan

Tujuan saya kali ini adalah kota Tangerang. Setelah menempuh perjalanan jauh dari Pekanbaru menggunakan pesawat terbang Citilink akhirnya saya pun sampai di Bandara Soekarno Hatta. Awalnya saya ingin menggunakan UBER dari Bandara Soekarno Hatta menuju Tangerang tapi karena aplikasi UBER susah dipakai akhirnya saya pakai Grab-Car. Grab-Car adalah layanan transportasi online dari Grab.

Lokasi yang ingin saya datangi adalah kawasan BSD City. Soalnya kantor tempat saya bekerja lokasinya di kawasan BSD City. Sebenarnya ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan layanan transportasi online. Sebelumnya saya belum pernah pakai layanan transportasi online.

Saya tidak pernah menggunakan layanan transportasi online karena didaerah saya tidak ada layanan ini. Ini wajar karena permasalahan transportasi didaerah saya tidak serumit diperkotaan. Wajar saja karena di kota tempat tinggal saya arus lalu lintasnya aman lancar dan terkendali. Di tempat saya (dibaca: Siak daerah Riau) tidak ada yang namanya kemacetan.

Pertama saya pakai Grab-Car sebenarnya ada rasa was-was atau perasaan curiga ke driver. Soalnya berdasarkan berita yang saya baca ternyata ada driver nakal. Lagipula kita kan tidak saling mengenal. Salah satu kenakalan driver yaitu menggunakan fake GPS.

Saya bertemu si driver didepan Roti Boy di Bandara Soekarno Hatta. Saya pun dibawa driver menuju parkiran mobil dan masuk kedalam mobilnya. Mulai ngobrol-ngobrol ringan. Seiring berjalan waktu akhirnya perasaan was-was mulai hilang. Soalnya si driver Grab-Car orangnya cukup ramah.

Saya dan driver Grab-Car bercerita ini itu lagipula perjalanan yang ditempuh cukup panjang. Dalam perjalanan saya bersama driver saya mendapatkan informasi bahwa si driver ini sebenarnya adalah pegawai bank swasta. Jadi si driver sudah memiliki pekerjaan tetap sebelum menjadi driver Grab-Car.

Si driver bekerja di bank swasta ternama dan gajinya cukup besar dibandingkan dengan gaji saya yaitu 7 juta perbulan. Kalau menurut saya gaji sebesar itu sudah tidak perlu lagi bekerja sampingan, apalagi kerja jadi driver. Lagipula pekerjaannya ribet, butuh tenaga ekstra dan agak sulit membagi waktu.

Inilah manusia, tiap orang punya prinsip masing-masing. Si driver masih kerja dan tetap nyambil sebagai driver Grab-Car. Kalau jadi driver kita sendiri yang atur waktunya. Jadi lebih bebas kalau jadi driver.

Si driver Grab-Car menyebutkan bahwa gaji 7 juta itu masih kurang. Di minggu ketiga setelah menerima gaji itu mulai terasa sulitnya. Apalagi si driver ini sudah menikah, punya keluarga dan mungkin banyak pengeluaran tiap bulannya.

Tetapi setelah munculnya layanan transportasi online seperti Grab, si driver ini bisa mendapatkan penghasilan tambahan diluar gaji pokok dikantor tempat dia bekerja.

Usut punya usut ternyata penghasilan sebagai driver Grab-Car melebihi penghasilan bulanan sebagai pengawai bank. Penghasilan rata-rata selama menjadi driver Grab-Car setiap bulan sekitar 12 juta. Bahkan kata si driver bisa lebih dari 12 juta perbulan jika liburan tiba.

Jadi kalau dijumlahkan driver Grab-Car ini bisa mendapatkan penghasilan setiap bulannya lebih dari 19 juta rupiah. Ini berkali-kali lipat gaji saya dikantor.

Si driver juga bercerita bahwa dengan penghasilan segitu ternyata cukup melelahkan. Setiap hari si driver harus bangun lebih awal dibandingkan yang lainnya. Setiap hari bangun jam 3 dini hari untuk cari penumpang dan harus pulang terlambat yaitu jam 9 malam setiap harinya.

Tak heran jika pekerjaan yang melelahkan (sebagai driver Grab-Car) ini banyak rekan kerjanya di kantor yang tidak sanggup. Intinya mah usaha tidak mengkhianati hasil.

*) Jangan lupa mampir kesini lagi untuk mencari dan berbagi informasi tentang Grab dan informasi transportasi online yang menarik lainnya. Kamu juga bisa menjadi kontributor atau penulis di Bertravel Forum. Jangan lupa bergabung di Bertravel Forum.

Image source: Gadgets Magazine

Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.