frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +140 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, situs berbagi informasi teknologi, viral, ekonomi, bisnis, sains, gaming, lifestyle, kesehatan, traveling, otomotif, opini, dan inspirasi. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

LGBT adalah lingkaran setan

LGBT adalah lingkaran setan

Sedikit mau cerita pengalaman saya tentang LGBT di
Pekanbaru. Bukan untuk menggurui hanya berbagi pengalaman dan saran. Di Pekanbaru bisa di bilang sudah banyak lesbi dan gay, (kalau biseks dan transgender saya tidak tau pasti). Mengapa LGBT ini seperti berkembang bebas? Karna banyak yang tidak peduli, tidak tau, dan tidak ambil pusing .

LGBT adalah sebuah lingkaran setan, mereka tidak akan bisa sembuh jika masih bergaul dan berteman dengan sesama gay.

LGBT itu menular, pengidap LGBT bisa saja memperngaruhi seseorang yang sebenarnya belum mengarah ke sana namun karena sering kumpul dengan kumpulan gay maka ia akan jadi pengidap berikutnya.

1. Saya pernah kenal dan dekat dengan "sepasang kekasih" gay, si X tinggal dengan orang tua, dan si Y adalah perantauan.

Mereka bebas tidur satu kamar karena orang tua si X tidak tahu bahwa anaknya dan teman anaknya adalah sepasang gay. Jujur si X sering curhat dengan saya dan dia mengakui bahwa dia adalah seorang gay, dia menceritakan bagaimana hubungannya dengan pasangannya itu.

Bagaimana saya mendengar dia bercerita tentang perasaannya terhadap sesama lelaki? Jijik, geli, iba, kasihan, malu, sepanjang malam saya gak bisa tidur ucapannya masih saya baca berulang-ulang dan itu semakin membuat saya tidak bisa tidur.

Di curhatannya mereka sudah putus, saya nasehati agar dia mau sembuh dan melupakan pacar gaynya itu, meninggalkan hal-hal seperti itu. Pada saat itu dia mengiyakan perkataan saya, tapi.... Beberapa minggu setelah itu rupanya mereka balikan..

Saya lihat mereka bermesraan di tempat latihan *upps . Hingga sebulan berlalu si X tidak pernah cerita lagi, nah saya masih ingat waktu itu hari minggu. Di tempat latihan si X mengerang kesakitan di sekitaran kemaluannya, nauzubillah rupanya kantung kemihnya bermasalah.

2. Beda dengan sepasang gay yang satu lagi, ini lebih bebas, mereka sama-sama perantauan dan mereka satu kos. Bisa anda bayangkan bagaimana mereka bisa bebas berhubungan toh tidak ada peraturan kos yang melarang laki-laki tinggal dengan laki-laki. Bahkan mereka masih berhubungan hingga sekarang. Mereka hidup layaknya suami istri.. Toh satu kos, tiap malam ketemu.. Nauzubillah.

3. Salah seorang junior saya walau tidak satu SMA, pun sudah menjadi gay sejak kelas 2 SMA. Awalnya hanya sifatnya yang agak lembut. Namun karena dia mulai kenal dengan seorang gay akhirnya karena pengaruh buruk itu dia jadi pengidap penyakit kaum sodom itu.

Nauzubillah.. Saya menulis ini bukan untuk mengumbar aib mereka, karena kalian juga tidak tau siapa mereka (mungkin bagi yang kenal mereka tau), dan apa yang saya ceritakan ini nyata karena mereka menceritakan sendiri pada saya.

Saya menulis ini juga bukan berarti saya seorang alim ulama, ustadzah dan lebih baik dari anda-anda semua. Usaha untuk memberi saran, menegur mereka sudah coba saya lakukan, tapi akhirnya mereka marah dan tidak mau berteman lagi dengan saya.

Tapi saya ambil hikmahnya, mungkin Allah ingin menjauhi saya dari berteman dengan mereka. Saran yang bisa diambil :

1. Orang tua harus lebih mengetahui bagaimana kondisi anak, perilakunya, kecenderungan anak, teman-teman, lingkungan anak. Jika sudah melihat hal-hal yang mencurigakan dari anak segera tindak lanjuti, dicegah sebelum akhirnya lebih terjerumus

2. Untuk pemilik kos, kontrakan, harus lebih cermat untuk menerima penghuni kos atau kontrakan. Tidak ada salahnya untuk ngecek bagaimana kesehariannya agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.

3. Untuk masyarakat, jangan melakukan pembiaran dan tidak ambil pusing dengan LGBT karena penyakit ini bisa menghantui anak, adik atau keluarga kita.. . kalau bisa dinasehati dan dibimbing.

© Novitria Lestari

*) Cerita ini dibagikan di Facebook. Jangan lupa mampir kesini lagi untuk mencari dan berbagi informasi tentang informasi yang unik dan menarik lainnya. Kamu juga bisa menjadi kontributor atau penulis di Bertravel Forum. Jangan lupa bergabung di Bertravel Forum.

Image source: Pixabay


Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.