frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari Komunitas Bertravel Forum? Silahkan bergabung bersama +60 orang lainnya di Komunitas Bertravel Forum.

Masuk Mendaftar

Howdy, Stranger!

It looks like you're new here. If you want to get involved, click one of these buttons!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

Berwisata Curug Muara Jaya di Majelengka

Berwisata Curug Muara Jaya di Majelengka
Curug Muara Jaya, Majalengka | tempatwisatadaerah.blogspot.com

Ketika liburan hari raya Idul Fitri tahun 2015 yang lalu ketika berkunjung ke Majalengka saya dibawa oleh teman saya untuk berkunjung ke Curug Muara Jaya. Arti istilah curug sama dengan air terjun, jadi bisa pula disebut sebagai wisata air terjun Muara Jaya.

Teman yang membawa saya berwisata ke Curug Muara Jaya adalah orang asli Majalengka. Dia adalah teman dekat saya waktu masih kuliah di Bandung. Namun sekarang kita sudah lulus dan kabarnya sekarang dia sudah diterima diperusahaan BUMN yaitu Pos Indonesia di Jakarta.

Saya sendiri adalah Siak, Riau yang bukan orang Majalengka. Saya dulunya kuliah di Bandung dan punya banyak teman dari beberapa wilayah di Jawa Barat dan juga provinsi lain di Indonesia ini. Ketika itu adalah libur panjang hari raya idul fitri tahun 2015. Saya tidak mudik ke Riau, karena itulah teman saya membawa saya ke Majalengka. Sudah lama banget mau berangkat ke Majalengka tapi ga sempat karena kesibukan kuliah.

Kami berangkat dari Bandung ke Majelengka menggunakan sepeda motor. Kami ke Majalengka tepat pada H-1 hari raya idul fitri 2015. Pasti bisa dibayangkan bagaimana ramainya pengguna jalan ketika itu. Ada yang pakai sepeda motor, mobil pribadi, bus dan angkutan umum lainnya. Pastinya jalanan ketika itu macet dibeberapa titik ketika perjalanan ke Majalengka.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam kamu pun sampai pada sore hari di kampung tempat teman saya tinggal. Cukup lelah memang tapi puas haha.

Seingat saya pada hari raya ke dua barulah teman saya membawa saya keliling Majalengka. Destinasi wisata kami kali ini adalah Curug Muara Jaya. Katanya terakhir kali dia berkunjung ke Curug Muara Jaya ketika masih SMA (kalau tidak salah). Waktu itu kita sudah semester 6 dibangku kuliah, berarti sudah lebih 3 tahun dia tidak mengunjungi Curug Muara Jaya.

Pagi-pagi kami berangkat ke Curug Muara Jaya, saya kira lokasi wisata Curug Muara Jaya itu dekat ternyata cukup jauh. Sekitar 2 jam perjalanan baru kami sampai ke lokasi. Kasian juga saya liat teman saya ini, bawa motor jauh-jauh saya sendiri cuma duduk dibelakang.

Perjalanan kami menuju Curug Muara Jaya menghadapi banyak rintangan diantaranya jalanan yang macet, jalan yang menanjak (soalnya menuju kawasan pengunungan), jalannya berlubang, antrian masuk ke lokasi wisata yang panjang dan padat.

Kami mengira bahwa hari itu Curug Muara Jaya tidak akan ramai, tapi ternyata dugaan kami salah. Di lokasi wisata Curug Muara Jaya orangnya ramai sekali tak terhitung. Ini bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang membludak, parkir yang penuh dengan kendaraan baik motor maupun mobil, dan sulitnya mencari spot untuk mengambil gambar yang bagus.

Soal parkir dan biaya masuk saya kurang tau persis, soalnya semuanya sudah ditanggung sama teman saya ini. Saya terima bersih, cuma bawa badan doang. Teman saya ini baik banget, wajar aja dia rezekinya mudah.

Lokasi Curug Muara Jaya ini berada dekat dengan kaki Gunung Ciremai dekat dengan jalur pendakian gunung. Kalau tidak salah di perkampung Apuy. Curug Muara Jaya ini berada dipinggir Majalengka, dekat dengan perbatasan Kuningan - Majalengka.

Disarankan kalau datang ke lokasi Curug Muara Jaya ini menggunakan kendaraan yang tangguh dan bertenaga. Soalnya jalannya banyak turunan, banyak tanjakan, dan jalannya juga berlubang. Ketika itu kita pakai motor Yamaha Vixion yang bukan injeksi, jadi agak bertenaga dikit. Lagipula kita orangnya kurus jadi agak ringan hehe. Disini udaranya juga dingin banget khas udara pengunungan. Ada baiknya membawa jaket biar tidak kedinginan.

Sampai dalam lokasi melewati semacam perkampungan. Waktu itu kita banyak bayar ini itu, tidak tau apakah ini pungli atau bukan. Sampai ke gerbang lokasi wisata Curug Muara Jaya kita bayar lagi tiket masuk.

Sebelum masuk ke lokasi curug, kita menyempatkan diri untuk solat zuhur dulu di mushola. Pas ambil air wudu airnya dingin bro. Sayangnya musholanya agak kurang terurus, bisa dilihat dari lantainya yang berdebu dan toiletnya. Setelah selesai solat kita lanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi curug.

Sepanjang perjalanan dari parkir--mushola banyak warung yang menjual makanan ringan dan jajanan. Harganya cukup murah dan standarlah. Jalan dari parkir--mushola ke lokasi curug kita harus melewati jalan yang menurun, juga melewati ratusan anak tangga. Nampak ibu-ibu banyak yang berhenti dipinggir, mungkin capek. Kalau punya berat badan berlebih kamu harus bersabar karena melewati tangga ini cukup melelahkan. Menuruni tangga aja sudah lelah, apalagi menaiki tangga ketika pulang nanti.

Dari tangga menuju lokasi curug sayup-sayup terdengar suara air terjun dari Curug Muara Jaya. Udara disini sangat segar dan dingin karena masih banyak pepohonan dan bambu. Ketika kami datang kesini jumlah pengunjungnya banyak banget, banyak juga yang main air dan main dialiran air curug. Sebenarnya air disini jenih tapi ketika itu airnya agak keruh.

Sesampai didekat air terjunnya kita mencoba untuk lebih mendekat lagi. Tapi karena pengunjung yang ramai kita harus berdesakan menuju air terjun. Tangga yang sempit dan licin sebenarnya sangat membahayakan pengunjung. Namun meskipun berbahaya pengunjung tetap nekat malahan ada yang mandi didekat air terjun curug Muara Jaya. Semakin mendekat ke curug, butiran air di udara semakin banyak. Bagi siapapun yang bawa kamera atau smartphone akan basah juga lama-lama.

Cekungan dekat air terjun itu dangkal. Jadi genangan airnya tidak terlalu dalam. Meskipun tak dalam airnya deras, bahaya kalau buat anak kecil. Diharapkan bagi siapapun yang membawa anak-anak diharapkan agar dipantau dan diawasi karena tidak aman. Saya liat disana juga ada beberapa pengunjung yang terjatuh karena menginjak batuan yang licin. Akhirnya basah deh. Jadi untuk yang dewasa juga harus berhati-hati.

Tempat ini ramai dikunjungi oleh siapapun mulai dari anak-anak, remaja, tua muda, yang single dan double pun datang kesini. Warga Cirebon dan Kuningan pun juga ada yang datang ke Curug Muara Jaya ini.

Yang suka selfie, kalau ramai-ramai seperti ini susah mencari spot yang bagus. Saya sempat juga berfoto disini. Tapi fotonya belum diambil dari teman saya itu. Saya tidak terlalu suka berfoto, jadi maap-maap kalau setiap artikel mengenai perjalanan saya tidak ada fotonya. Untuk foto artikel ini, saya ambil dari website lain :D hehe

Kabarnya MTMA atau My Trip My Adventure Trans TV pernah juga datang kesini. Saya juga nonton tuh acara MTMA, tapi sekarang agak jarang takutnya malah ingin jalan-jalan terus. Yang mau liat videonya cek aja di Youtube.

Saya sendiri liat air terjun dari bawah rasanya ngeri. Rasanya seperti ada yang mau runtuh. Saya liat cukup dari jauh aja hehe. Setelah puas kita pun pulang. Pastinya kita harus menaiki tangga yang jumlahnya ratusan dan itu lebih melelahkan lagi.

Sampai kerumah, kita langsung terbaring tidak berdaya haha..

Semoga informasinya bermanfaat ya, terutama bagi kalian yang berencana akan ke Curug Muara Jaya..

**
Sign In or Register to comment.