frame

Hallo, Selamat Datang!

Ingin jadi bagian dari komunitas ini? Ayo bergabung bersama +140 orang lainnya disini.

Masuk Mendaftar

Halo, Tuan!

Tampaknya anda baru di sini. Bila anda ingin ikut terlibat, klik salah satu tombol berikut!

Selamat datang di Bertravel Forum! Bertravel Forum adalah komunitas diskusi online, situs berbagi informasi teknologi, viral, ekonomi, bisnis, sains, gaming, lifestyle, kesehatan, traveling, otomotif, opini, dan inspirasi. Bagikan informasi dan artikel menarik yang kamu miliki disini. Mendaftar klik Register dan Masuk klik Sign in. Jangan lupa cek email kamu untuk konfirmasi. Jika tidak ditemukan, cek email di folder Spam.

Merakyat dan sederhana tidak harus berpenampilan serba lusuh. Tidak harus.

Perhatikan baju, peci, dan kacamata Presiden Soekarno. Bagus-bagus semua. Necis-necis semua.

Bahkan Presiden Soekarno adalah presiden pertama di dunia yang memiliki helikopter kepresidenan. Wow!

Pada bulan September 1950, Komodor Muda Wiweko Soepono mewakili TNI AU mengunjungi pameran dirgantara di Inggris. Lalu dia terbang ke Amerika untuk membeli puluhan pesawat dan helikopter.

Mobil kepresidenan? Soekarno juga punya dan terhitung sangat mewah untuk negara yang baru merdeka.

Sekilas, penampilan beliau 'tidak merakyat' dan 'tidak sederhana'. Malah cenderung wah. Tapi apa ada orang yang menuduh sikapnya tidak merakyat? Semua orang tahu bahwa hampir semua sikapnya sangat merakyat.

Beliau memilih berpenampilan serba bagus dan serba necis demi menyemangati rakyatnya. Beliau adalah simbol negara. Harus terlihat kuat, punya power, dan punya dignity. Apalagi saat itu ia disorot oleh asing. Barat dan Timur.

Di berbagai riwayat kita juga membaca bahwa Usman bin Affan berpenampilan serba bagus dan serba necis. Kita sama-sama tahu, Usman adalah seorang khalifah dan menantu Nabi Muhammad.

Sekali lagi, merakyat dan sederhana tidak harus berpenampilan serba lusuh. Tidak harus. Kita boleh memakai baju yang bagus. Yang penting, tidak berlebihan dan tidak sombong saat memakainya. Cuma itu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

© Ippho Santosa

Sumber

_
Masuk atau Mendaftar untuk berkomentar.