› Komunitas › The Lounge & Bisnis › Shutterstock Apa Itu, Fiturnya, Awal Mula Berdiri, Layanan, dan Cara Monetisasi
Di-tag: Shutterstock
- This topic has 0 balasan, 1 suara, and was last updated by .
-
PenulisTulisan-tulisan
-
pada #6107
Shutterstock Apa Itu, Fiturnya, Awal Mula Berdiri, Layanan, dan Cara Monetisasi – Shutterstock adalah salah satu platform penyedia konten digital terbesar di dunia. Dikenal karena koleksi fotografi, ilustrasi, video, dan musik yang melimpah, Shutterstock telah menjadi sumber utama bagi para pembuat konten, perusahaan periklanan, dan desainer grafis dalam mencari gambar yang berkualitas tinggi dan beragam.
Awal Mula dan Fitur-Fitur Shutterstock
Shutterstock didirikan pada tahun 2003 oleh Jon Oringer, seorang pengusaha Amerika Serikat. Ia merasa perlu menciptakan suatu situs yang menawarkan gambar berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Pada saat itu, penggunaan gambar-gambar tersebut masih terbatas pada kontrak lisensi yang mahal dan tidak praktis. Melihat celah yang ada di pasar, Jon Oringer memulai perusahaan ini dari kamar apartemennya sendiri. Ia mulai dengan koleksi sebanyak 30.000 foto dan lambat laun berhasil menarik lebih banyak fotografer dan penulis konten ke platformnya.
Salah satu fitur utama Shutterstock adalah mesin pencari yang canggih. Dengan menggunakan kata kunci atau kategori, pengguna dapat dengan mudah menemukan gambar yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, gambar-gambar ini juga tersedia dalam berbagai resolusi dan format file yang berbeda, membuatnya sesuai dengan berbagai keperluan.
Shutterstock juga menawarkan fitur Search by Image (Pencarian dengan Gambar), yang memungkinkan pengguna mencari gambar berdasarkan gambar yang telah ada. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang ingin menemukan gambar yang serupa dengan yang telah ada, namun dengan sudut pandang atau variabel yang sedikit berbeda.
Layanan yang Diberikan
Shutterstock tidak hanya menyediakan gambar berkualitas tinggi, tetapi juga menawarkan berbagai bentuk konten digital lainnya. Mereka juga memiliki koleksi gambar vektor, ilustrasi, dan video yang luas. Selain itu, mereka juga menyediakan musik dan efek suara, membuat Shutterstock menjadi sumber yang komprehensif bagi para kreator.
Cara Shutterstock Monetisasi
Ada dua cara utama bagi para pencipta konten untuk menghasilkan uang melalui Shutterstock. Pertama, Shutterstock bekerja dengan sistem royalty. Artinya, setiap kali gambar yang diunggah diunduh oleh pengguna Shutterstock, penciptanya akan menerima sebagian pendapatan yang dihasilkan. Persentase royalti ini berbeda-beda tergantung pada kontrak dan kesepakatan dengan Shutterstock.
Cara kedua adalah dengan menjadi konten eksklusif bagi Shutterstock. Konten eksklusif adalah gambar, video, atau musik yang hanya tersedia melalui Shutterstock dan tidak diunggah di platform lainnya. Dengan menggunakan fitur ini, para pencipta konten dapat memperoleh persentase royalti yang lebih tinggi.
Selain itu, Shutterstock juga menyediakan opsi berpenjualan langsung dan langganan. Dalam opsi berpenjualan langsung, para pengguna dapat membeli konten dengan harga tetap per item. Sementara itu, dengan berlangganan, pengguna dapat mengakses konten tanpa batas dengan membayar biaya berlangganan bulanan.
Kesimpulan
Shutterstock telah menjadi tonggak dalam industri konten digital. Dengan fitur-fitur canggih, beragam koleksi, dan model bisnis yang menguntungkan, platform ini telah memenuhi kebutuhan para pencipta konten dan pengguna di seluruh dunia. Dalam menjalankan platformnya, Shutterstock tetap berkomitmen untuk memberikan akses mudah, kualitas tinggi, dan pengalaman yang memuaskan bagi penggunanya.
-
PenulisTulisan-tulisan
- Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.